Detail | Tolok Ukur Profesional Seseorang

Profesional dapat dikatakan sebagai puncak keberhasilan seseorang dalam melakukan aktifitas dalam kesehariannya. Namun apa yang menjadi tolok ukur dalam mengklasifikasikan bahwa seseorang dapat dikatakan bekerja secara profesional atau tidak sangatlah relatif tergantung subyek yang dipandangnya. Artinya, suatu pekerjaan tertentu mungkin dipandang dari nilai ekonomi dapat dikatakan profesional, akan tetapi apabila dipandang dari sisi yang lain, misalnya agama belum tentu dapat dikatakan sebagai kegiatan yang profesional.

Ternyata banyak faktor yang dapat dijadikan petimbangan dalam mengukur diri kita sendiri dalam hal keprofesionalitas keseharian kita. Lalu apa yang dapat kita perbuat agar dapat bekerja secara profesional?

Supaya kita dapat bekerja secara profesional maka kita jangan meninggalkan semua aspek yang berkaitan dengan proses pekerjaan yang kita jalani. Aspek-aspek itu antara lain ada aspek ekonomi, sosial, keagamaan, adat, kesopanan, dll. Aspek ekonomi yang berkaitan dengan untung ruginya usaha yang berhubungan langsung dengan nominal uang. Sedangkan aspek sosial yang sangat tergantung dengan hubungan sesama manusia. Serta aspek keagamaan yang menjadi penuntun arah yang dapat dijadikan sebagai penentu kebenaran.

Dari semua aspek yang berkaitan dengan keprofesionalitas seseorang tersebut diatas, apabila titinjau lebih lanjut, ternyata tanpa adanya kedetailan dari semua aspek akan sia-sia saja. Pekerjaan yang kita lakukan dapat dikatakan profesional apabila pekerjaan itu dapat kita kerjakan secara detail. Artinya kita mampu menghasilkan apa yang kita kerjakan secara terinci sampai sekecil-kecilnya. Misalnya kita bekerja di sebuah pabrik di bagian produksi maka kita harus dapat melaporkan pada atasan bahwa dalam tiap hari atau tiap bulan barang yang kita produksi adalah sebanyak sekian, reject sekian…bagus sekian…perbaikan sekian…dan seterusnya.

Sebagai contoh pada zaman dahulu adalah Damar Wulan pada saat menjabat sebagai senopati. Damar Wulan pada saat ditanya oleh atasannya mengenai keadaan prajuritnya saat mau berangkat perang, dia mampu menjawab secara detail. Dia menjawab dengan jelas bahwa prajurit dengan berkuda sekian…prajurit dengan anak panah sekian, …prajurit dengan senjata lengkap sekian,…dan seterusnya. Apabila jawabannya tidak detail, dia hanya menjawab jumlah prajurit adalah sekian….(tanpa menguraikan secara spesifik).

Jadi dengan kedetailan dapat dijadikan barometer seseorang untuk dapat dijadikan sebagai tolok ukur keprofesional kita. Bagaimana dengan pekerjaan yang kita lakukan tiap hari? Apakah sudah detail?

3 thoughts on “Detail | Tolok Ukur Profesional Seseorang

  1. monsterjelly

    jadi ketika kita mengetahui secara detail mengenai suatu topik atau tema, maka bisa dibilang kita adalah seorang profesional di topik atau tema tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s