Kampus Bebas Rokok

Universitas Muhammadyah Semarang

Pencanangan kampus bebas dari asap rokok oleh rektornya masing-masing memang sangat tepat disaat kondisi lingkungan yang semakin tidak bersahabat dengan kita. Tebalnya polusi udara di muka bumi ini kian hari semakin parah saja. Hal ini desebabkan semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan industri yang menghasilkan gas buang yang bersifat mencemari udara.

Selain itu banyak lahan hutan yang disulap menjadi perumahan yang berarti akan mengurangi prosentasi penghijauan. Padahal dengan penghijauan dapat dijadikan sebagai filter udara yang tercemar menjadi bersih kembali karena disamping tumbuhan dapat menghalau udara kotor juga penghasil gas yang sangat dibutuhkan tubuh kita. Sehingga udara yang tercemar dapat tereliminir dengan suplai gas yang dihasilkan dari tumbuhan.

Mengingat bahaya asap rokok apabila terhirup mamang suatu langkah yang sangat tepat apabila budaya merokok dapat dikurangi atau dihilangkan. Akhir-akhir ini banyak kampus semisal Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menaggapi hal ini secara serius yang merekomendasikan Kampus Unimus Bebas Asap Rokok.

Harapan Unimus dalam pencanangan Unimus Bebas Rokok seperti yang di sampaikan oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Soesanto bahwa dengan kondisi lingkungan yang bersih tanpa asap rokok kedepan dapat meningkatkan suasana akademik menjadi kondusif. Ini merupakan satu langkah yang patut ditindak lanjuti terutama semua pihak di lingkungan Unimus. jangan sampai pencangan Kampus Unimus Bebas Rokok hanya slogan saja. Perlu upaya tindak lanjut yang serius dalam hal ini.

Akan tetapi kalau mau jujur, realnya pencangangan kampus bebas rokok untuk sebagian besar kampus di Indonesia sepertinya masih baru slogan saja karena sebagian besar kampus masih terlihat adanya mahasiswa maupun dosen dan karyawan yang tetap saja masih merokok. Sebagai alternative untuk menjembatani persoalan ini adalah dengan cara tidak menghilangkan secara total budaya merokok mengingat betapa sulitnya menghilangkan kebiasaan merokok bagi seorang perokok. Paling tidak mengurangi kebiasaan merokok secara kontinyu setiap hari mungkin itu akan lebih baik. Apabila setiap hari mungkin mengkonsumsi rokok sebanyak 12 batang maka hari berikutnya mungkin 11 batang, dan seterusnya. Apabila hal ini dilakukan secara konsekuen maka budaya merokok pasti akan dapat ditinggalkan.

Untuk sementara ini mungkin pihak kampus menyediakan ruang khusus untuk merokok bagi yang mau merokok. Dengan tersedianya ruang khusus untuk merokok maka polusi udara dapat terkendali. Untuk kedepannya tentu saja ruang khusus perokok sudah pasti tidak ada lagi karena semua orang sudah meninggalkan kebiasaan merokok.

4 thoughts on “Kampus Bebas Rokok

  1. Sawali Tuhusetya

    Iya nih, mas amin, kalau setiap kampus merespon kebijakan ini, kampus bener2 bisa menjadi lingkungan yang sehat. sayangnya, hal itu masih belum bisa dilakukan secara massif di semua kampus. oh, ya, utk link banner saya memang pernah buat, mas. tapi akhirnya tdk saya pajang di blog, hehe … cukup anchor test-nya saja.

  2. eko ph

    kurang setuju…🙂 maaf, saya gak membenci orang yang tidak merokok, tp kurang suka pada orang yang tak pernah membeli rokok. Dengan membeli rokok, kita turut membantu ribuan petani tembakau, petani cengkih, pekerja pabrik rokok, pertandingan olahraga, konser musik, bahkan turut andil dalam menambah pendapatan negara lewat Cukai Tembakau.
    Karenanya, silakan tidak merokok, namun jangan lupa untuk tetap beli rokok!

  3. grace_XI IA2

    sebenarnya tdnya ga mau coment tpi setelah bc comentnya bang/mas/bapa eko,saya jadi mw coment…
    Pertama,untuk apa beli rokok kalo ga merokok…
    Kedua,emang ga ada cara yg lebih baik,aman,dan ga nyusahin untuk menolong ribuan petani tembakau, petani cengkih, pekerja pabrik rokok, pertandingan olahraga, konser musik…
    Ketiga,…kalo nolong caranya getu ya berarti nolong dalam konteks “ga benar…..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s